Di Permukaan Danau
berpasang-pasang awan terbentuk. domba tanpa kaki dengan
bulu-bulu gimbal menggulung. kelinci berkuping bundar
perutnya menggelembung gumpalan salju. kepala beruang
menirukan seseorang sedang meniupkan sesuatu. di atas danau
matahari terbaring sembari berjaga pada kemurungan langit.
Parsel Buah
kata-kata tak bisa
mengobati rasa sakitmu
kenangan hanya menghibur sejenak
tak dapat mengubur ngilu sekujurmu
dan perjalananku seperti angin laut
panjang dan meletihkan
kedatanganku serupa kerinduan akar pada hujan
sekeranjang parsel buah kubawakan untukmu
tak terlalu besar dan tak kecil pula
buah-buah segar kemilau rupanya
dengan serpih-serpih pendar bulan
dan kupastikan lapar kau segera menyergap
melihat betapa ranum gugusan bebuahan
gemerlapan bagai kunang-kunang
barangkali lidahmu terasa getir pahit
mencecap daging bebuahan
tapi tak apalah jangan khawatir
sedikit demi sedikit
kau akan kembali melukiskan
bermacam kemungkinan dengan semestinya
atau kau juga ingin mencicipi
seikat buah yang menggantung dalam anganmu
mungkin berserat dan manis rasanya.
Sepotong Waktu
aku menghabiskan sepotong waktu
seperti memakan biskuit ditemani secangkir teh
di pagi hari sedang di gigir bukit surya
menyemburkan cahayanya perlahan-lahan.
aku menghabiskan sepotong waktu
seperti mengumpulkan kata-kata yang berserak
di lantai atau meja lalu kujadikan bait-bait
penghibur manakala kehidupan terlalu pekat
dengan persoalan.
aku menghabiskan sepotong waktu
sendiri saja tanpa ada yang menemani
selain luka-lukaku yang kian sempurna
ketika potongan-potongan waktu kuhabiskan
tak kusisakan untuk mengerti bahagia.
Pertemuan
setiba di pinggir jalan itu
kita mampir di suatu tempat
kutemani kau duduk bersandar
melepas segala kepenatan
di pojok ruang kecil itu
kutemani kau minum es teh manis
kita sisipkan percakapan
dengan ketegangan
dan keingintahuan yang berlebih
kuceritakan sekilas perihal yang lewat
tentunya ketika nafsu makan kau berlipat
saat menyantap pizza, es kacang merah,
dan empek-empek kapal selam
sedari aku berada di sampingmu
atau ketika kau tersenyum malu
jika kukatakan pinggulmu sintal
dibandingkan minggu sebelumnya
di ruang kecil dan sempit ini
aku teringat ketika kau tak menyukai
potongan rambutku yang baru
dengan poni hampir menyamaimu
menurutmu aku lebih muda darimu
beberapa tahun dan kala itu
kau tak mau menatapku lama-lama
di ruang kecil dan sempit ini
kita berkata tanpa kata-kata
sebab kata-kata berbicara dengan
bahasa yang telah kita terjemahkan
seperti ketika kita dapat mendengar
detak lubuk waktu saling bergulir
dan kita dibuat begitu tertahan
bahwa tidak ada yang perlu dipungkiri
di ruang kecil dan sempit ini.
Mencuci Getah dalam Daging
aku mencuci getah dalam dagingku. getah yang meninggalkan bekas pada pakaian putihku. lengket seperti lem sepatumu. sepatu kaca yang sedikit aus. melangkah di lantai keramik yang licin dan bening seperti cermin. lalu kau sejenak menunduk merapikan masa silam yang terlupakan.
berjalan seperti menghitung langkah tanpa mengada-ada.
arloji di sakumu deringnya sampai dalam dagingku. agak bergetar. getahku makin mengental. dan sukar kucuci dengan sikat sekalipun berkawat. tapi sepatu kaca itu menuntunmu berjalan. dan membayangkan seutas tali menghadangmu. lalu masa kanakmu kembali bermain petak-umpat.
hati-hati, rerimbun kebun pisang angker dan banyak pecahan belingnya.
kemudian lihatlah tubuh-tubuh anak kecil dapat terpisah-pisah. lalu terperam. seperti cahaya matahari yang menumpuk dan bewarna merah selai. tidakkah kau menginginkan sore menawan serupa itu. lalu jendela berkaca tembus pandang itu tiba-tiba memisahkan cinta kita. dan getah dalam dagingku semakin merekatkan akar-akarnya.
Pohon Sajak
musim kemarau
tak lama butuh waktu
meranggaskan pohon sajakku
merontokkan bakal buahnya
padahal gembira aku melihat
betapa sebentang tanah gundul
menjadi kebun nan rimbun
tetapi aku hanya penebar
benih-benih sajakku
tak lebih kerjaku merawat
hingga musim berganti
langit tak menumpah hujan
aku lupa mengguyurkan air
bagi dahaga pohon sajakku
demi penantian panjangku.
Selasa, 10 Februari 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar